10 Pahlawan Islam Indonesia Penentang Penjajahan Belanda

No comment 989 views

Pada zaman penjajahan oleh kompeni Belanda, ada banyak pahlawan tanah air yang beragama Islam yang menggerakan perlawanan terhadap penjajah Belanda. Namun pada kesempatan ini kami akan membatasi pada 10 pahlawan Islam Indonesia saja yang sudah terkenal namanya di benak rakyat Indonesia.

Berikut daftar pahlawan Islam di masa penjajahan Belanda

1 Pangeran Antasari

Pangeran Antasari, lahir di Kayu Tangi, Kesultanan Banjar meninggal di Bayan Begok, Hindia Belanda, 11 Oktober 1862 pada umur 53 tahun

Ia adalah Sultan Banjar. Pada 14 Maret 1862, dia dinobatkan sebagai pimpinan pemerintahan tertinggi di Kesultanan Banjar dengan menyandang gelar Panembahan Amiruddin Khalifatul Mukminin dihadapan para kepala suku Dayak dan adipati (gubernur) penguasa wilayah Dusun Atas, Kapuas dan Kahayan yaitu Tumenggung Surapati/Tumenggung Yang Pati Jaya Raja

2 Teungku Chik di Tiro

Nama lengkap beliau Teungku Chik di Tiro Muhammad Saman lahir di Pidie tahun 1836 dan meninggal di Aceh Besar, tahun1891. Beliau adalah salah seorang pahlawan nasional dari Aceh.

Teungku Chik di Tiro adalah tokoh yang kembali menggairahkan Perang Aceh pada tahun 1881 setelah menurunnya kegiatan penyerangan terhadap Belanda

3 Pangeran Diponegoro

Memiliki nama asli Bendara Pangeran Harya Dipanegara lahir di Jogja tahun 1785 dan meninggal di Makassar tahun 1855 pada umur 69 tahun Pangeran Diponegoro terkenal karena memimpin Perang Diponegoro/Perang Jawa yang berlangsun dari 1825-1830 melawan pemerintah Hindia Belanda. Perang tersebut tercatat sebagai perang dengan korban paling besar dalam sejarah Indonesia.

4 Tuanku Imam Bonjol

Tuanku Imam Bonjol lahir di Bonjol, Pasaman, Sumatera Barat tahun 1772 dan beliau wafat dalam pengasingan dan dimakamkan di Minahasa pada tahun 1864. Beliau adalah salah seorang ulama, pemimpin, pejuang dan pahlawan Islam Indonesia yang berperang melawan Belanda dalam peperangan yang dikenal dengan nama Perang Padri pada tahun 1803-1838.

5 Sultan Iskandar Muda

Sultan Iskandar Muda lahir di Banda Aceh pada tahun 1593 dan wafat pada tahun 1636 merupakan sultan yang paling besar dalam masa Kesultanan Aceh, yang berkuasa dari tahun 1607 sampai 1636. Aceh mencapai kejayaannya pada masa kepemimpinan Iskandar Muda, dimana daerah kekuasaannya yang semakin besar dan reputasi internasional sebagai pusat dari perdagangan dan pembelajaran tentang Islam. Nama beliau kini diabadikan di Bandar Udara Internasional Sultan Iskandar Muda di Aceh.

6 Sultan Mahmud Badaruddin II

Sultan Mahmud Badaruddin II lahir di Palembang tahun 1767 dan wafat di Ternate pada tahun 1852 adalah pemimpin kesultanan Palembang-Darussalam selama dua periode yakni tahun 1803-1813 dan 1818-1821, setelah masa pemerintahan ayahnya, Sultan Muhammad Bahauddin (1776-1803)

Dalam masa pemerintahannya, ia beberapa kali memimpin pertempuran melawan Inggris dan Belanda, di antaranya yang disebut Perang Menteng. Pada tangga 14 Juli 1821, ketika Belanda berhasil menguasai Palembang, Sultan Mahmud Badaruddin II dan keluarga ditangkap dan diasingkan ke Ternate.

7 Pattimura

Menurut sejarawan Mansyur Suryanegara dalam bukunya Api Sejarah bahwa Pattimura atau Ahmad Lussy atau dalam bahasa Maluku disebut Mat Lussy, lahir di Hualoy, Seram Selatan (bukan Saparua seperti yang dikenal dalam sejarah versi pemerintah). Dia adalah bangsawan dari kerajaan Islam Sahulau, yang saat itu diperintah Sultan Abdurrahman. Raja ini dikenal pula dengan sebutan Sultan Kasimillah (Kazim Allah/Asisten Allah). Dalam bahasa Maluku disebut Kasimiliali. Nama Pattimura kini diabadikan untuk Universitas Pattimura dan Bandar Udara Pattimura di Ambon.

8 Raja Haji Fisabilillah

Raja Haji Fisabilillah lahir di Kota Lama, Ulusungai, Riau tahun 1725 dan meninggal di Kampung Ketapang, Melaka, Malaysia pada tahun 1784 adalah salah satu pahlawan nasional Indonesia. Ia dimakamkan di Pulau Penyengat, Tanjungpinang, Kepulauan Riau. Raja Haji Fisabililah merupakan adik dari Sultan Selangor pertama, Sultan Salehuddin dan paman sultan Selangor kedua, Sultan Ibrahim. Namanya diabadikan dalam nama bandar udara di Tanjung Pinang, Bandar Udara Internasional Raja Haji Fisabilillah, salah satu masjid yang ada di Selangor, Malaysia, yaitu kota Cyberjaya dinamakan Masjid Raja Haji Fisabililah

9 Sultan Thaha Syaifuddin

Sultan Thaha Syaifuddin lahir di Jambi tahun 1816 dan wafat di Betung tahun 1904 adalah seorang sultan terakhir dari Kesultanan Jambi. Pada pertempuran di Sungai Aro jejak Sultan Thaha tidak diketahui lagi oleh rakyat umum, kecuali oleh pembantunya yang sangat dekat. Namanya diabadikan untuk Bandar Udara Sultan Thaha di Jambi.

10 Sultan Hasanuddin

Sultan Hasanuddin lahir di Gorontalo, Sulawesi Utara pada 1631 dan wafat di Makassar, Sulawesi Selatan 1670. Beliau adalah Raja Gowa ke-16 dan pahlawan nasional Indonesia yang terlahir dengan nama I Mallombasi Muhammad Bakir Daeng Mattawang Karaeng Bonto Mangape. Setelah menaiki Tahta sebagai Sultan, ia mendapat tambahan gelar Sultan Hasanuddin Tumenanga Ri Balla Pangkana, hanya saja lebih dikenal dengan Sultan Hasanuddin saja. Karena keberaniannya, ia dijuluki De Haantjes van Het Osten oleh Belanda yang artinya Ayam Jantan/Jago dari Timur.

Demikian 10 Pahlawan Islam Indonesia yang kami rangkum sekilas datanya dari situs wikipedia. Sebenarnya ada banyak pahlawan nasional lainnya yang beragama Islam namun untuk pembukaan kali ini kami cukupkan 10 saja. Semoga bermanfaat.

author
Author: 

    Leave a reply "10 Pahlawan Islam Indonesia Penentang Penjajahan Belanda"